Minggu, 22 Maret 2015

pengertian belajar mengajar

1.Pengertian Belajar Mengajar

A . Pengertian Belajar
Banyak kita jumpai keaneka ragaman definisi belajar yang dikemukakan para ahli psikologi. Hal ini disebabkan karena point of viewmileu dan pendekatan antara satu dengan lainnya terdapat perbedaan, untuk mengetahui berbagai ragam definisi tentang belajar, maka akan penulis kutip pendapat beberapa ahli psikologi :
1)    S. Nasution mendefinisikan belajar sebagai perubahan-perubahan dalam sistem syaraf penambahan pengetahuan, dan perubahan kelakukan berkat pengalaman dan latihan.[1]
2)    Chaplin, mengemukakan definisi belajar menjadi dua rumusan, pertama, belajar belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman, kedua, belajar adalah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.[2]
3)    Witting, menganggap belajar sebagai perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam / keseluruhan tingkah laku suatu organisme sebagai hasil pengalaman.[3]
4)    Biggs, merumuskan definisi belajar menjadi tiga macam, yaitu secara kuantatif, institusional dan kualitatif. Secara kuantitatif belajar merupakan aktivitas pengisian atau pengembangan kemampuan kognitif dengan fakta sebanyak-banyaknya secara institusional berarti proses validasi terhadap penguasaan siswa atas materi yang telah ia pelajari, secara kualitatif ialah proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia di sekeliling siswa.[4]
Jadi dari pengertian belajar di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1)    Bahwa belajar menimbulkan suatu perubahan tingkah laku yang relatif menetap.
2)    Bahwa perubahan itu membedakan antara keadaan sebelum individu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan aktivitas belajar.
3)    Bahwa perubahan itu dilakukan lewat kegiatan atau usaha atau praktek secara disengaja dan diperkuat.




b.    Pengertian Mengajar
Dalam hal ini ada tiga pandangan tentang mengajar yaitu :
1)    Mengajar adalah menyampaikan pengetahuan dari seseorang kepada kelompok.
2)    Mengajar adalah membimbing peserta didik belajar.
3)    Mengajar adalah mengatur lingkungan agar terjadi proses belajar mengajar (PBM) yang baik.
Sedangkan dalam buku proses belajar mengajar (PBM) juga merumuskan bahwa mengajar adalah suatu usaha untuk mencapai tujuan berupa kemampuan tertentu atau mengajar adalah usaha terciptanya situasi belajar sehingga yang belajar memperoleh atau meningkatkan kemampuan.
Dengan demikian mengajar merupakan suatu kompetensi / tugas guru untuk mengubah prilaku dalam rangka mencapai tujuan pendidikan atau pengajaran.
Belajar dan mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Belajar menunjuk kepada apa yang harus dilakukan seseorang sebagai yang menerima pelajaran (peserta didik) sedangkan menunjuk kegiatan apa yang harus dilakukan oleh seorang guru yang menjadi pengajar.

Sedangkan hal-hal yang dapat dikemukakan sebagai dasar-dasar terjadinya interaksi belajar mengajar adalah :
1)    Interaksi bersifat edukatif.
2)    Dalam interaksi terjadi perubahan tingkah laku pada siswa sebagai hasil belajar mengajar.
3)    Peranan dan kedudukan guru yang tepat dari proses interaksi belajar mengajar.
4)    Interaksi sebagai proses belajar mengajar (PBM).
5)    Sarana proses mengajar yang tersedia yang membantu tercapainya interaksi belajar mengajar siswa secara efektif dan efisien.[8]



2.    Makna dan Tujuan Belajar

Berdasarkan beberapa pengertian yang telah termaktub dalam sub bab tentang pengertian belajar, dikatakan bahwa esensi belajar adalah perubahan dari hasil pengalaman (praktek) oleh karenanya, tergantung makna yang mendalam dari hasil belajar bagi manusia yaitu adanya perubahan prilaku menuju kwalitas perkembangan yang positif bagi kehidupan manusia, berarti bahwa adanya kemajuan dan perkembangan prilaku dari minimal menuju ke tingkat yang lebih baik, baik dari ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik.
Proses pembelajaran yang dilaksanakan di lembaga pendidikan formal mempunyai tujuan-tujuan yang ingin dicapai, tentunya antara satu lembaga dengan lembaga lain mengalami perbedaan lain karena tujuan-tujuan belajar mengalami berbagai variasi.
Relevan dengan tujuan belajar tersebut, maka hasil yang ingin dicapai adalah :
a.    Hal ikhwal keislaman dan pengetahuan, konsep dan fakta (kognitif).
b.    Hal ikhwal personal, kepribadian / sikap (afektif).
c.    Hal ikhwal kelakuan, ketrampilan / penampilan (psikomotorik).

3.    Aktivitas Belajar
Aktivitas atau perbuatan belajar merupakan suatu proses yang disadari dan setidaknya si pembelajar dapat menjadi sadar bahwa dia telah belajar. Hasil dari aktivitas tersebut berupa perubahan pada aspek-aspek kepribadian yang terus menerus berfungsi, maksud pengalaman-pengalaman baru itu tidak bersifat statis.
a.    Belajar abstrak adalah belajar yang menggunakan cara-cara berfikir abstrak, tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan masalah-masalah yang tidak nyata.
b.    Belajar ketrampilan adalah belajar guna memperoleh dan menguasai ketrampilan jasmaniah tertentu.
c.    Belajar sosial adalah belajar memahami masalah-masalah dan teknik-teknik untuk memecahkan masalah sosial, tujuannya adalah untuk menguasai pemahaman dan kecakapan dan memecahkan masalah-masalah sosial.

d.    Belajar pemecahan masalah adalah belajar menggunakan metode-metode ilmiah atau berfikir sistematis, logis, teratur dan teliti. Tujuannya adalah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan masalah secara rasional, lugas dan tuntas.
e.    Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berfikir secara logis dan rasional. Tujuannya adalah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep-konsep.
f.     Belajar kebiasaan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru atau perbaikan kebiasaan-kebiasaan yang telah ada. Tujuannya adalah agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbuatan baru yang lebih tepat dan positif dalam arti selaras dengan kebutuhan ruang dan waktu.
g.    Belajar apresiasi adalah belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai suatu obyek. Tujuannya adalah agar siswa memperoleh dan mengembangkan kecakapan ranah rasa, dalam hal ini kemampuan menghargai secara tepat terhadap nilai obyek tertentu.
h.    Belajar pengetahuan adalah belajar dengan cara melakukan penyelidikan mendalam terhadap obyek pengetahuan tertentu. Tujuannya agar siswa memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus dalam mempelajarinya.